Widget HTML Atas

Ini Penelitian Terapi Akupunktur dalam Pengobatan Wabah Covid-19


Salam Terapi Jarum - Covid-19 atau Virus Corona merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit dimulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV.

Dalam penanganan Covid-19 belum di temukan obatnya tetapi setiap ahli kesehatan sekarang sedang berusaha menangani wabah ini.

Dalam pengobatan Cina, wabah penyakit di kenal dalam pemahaman 7 Patogen Penyebab Penyakit Luar dengan nama Li Yi.

Berbeda dengan 6 Patogen Lainnya, patogen ke tujuh yaitu Li Yi, akan muncul ketika suatu daerah atau lingkungan mengalami ketidakseimbangan suhu dan kelembaban. Sehingga hal tersebut menimbulkan suatu serangan wabah penyakit yang menyerang makhluk hidup.

Dalam penelitian Journal of Chinese Medicine oleh Peilin Sun & Wen Zheng Zhou dan di terjemahkan D. Ira Setyawati dijelaskan epidemi wabah Covid-19 ditandai dengan lembab, dingin dan keracunan/toxicity yang dengan mudah menyebabkan panas dan stasis.

Profesor Sun menggarisbawahi bahwa kunci pengobatannya adalah mengidentifikasikan polanya apakah toxin lembab-basah menyebabkan panas, atau toxin panas bercampur dengan lembab. Pada pasien-pasien dengan gerak badan kelebihan “YANG”, akumulasi lembab dan dingin dapat dengan cepat menjadi panas-lembab. Dalam kasus tersebut, prinsip pengobatannya harus untuk menghilangkan dingin-lembab sementara secara simultan membersihkan panas.

Toxin panas bercampur dengan lembab mewakili skenario yang berbeda; walaupun ada kelembaban namun pengobatan akarnya adalah dengan membersihkan panas dan membuang toxin, sementara tambahannya adalah menghapuskan lembab. Jika pola-pola sebelumnya ini salah dimengerti untuk yang sesudahnya ketika mengobati dengan pengobatan herbal, maka toxin lembab dapat memperberat di masa yang akan datang. Secara umum, prinsip pengobatan utama adalah untuk meningkatkan qi perut/lambung dan limpa, sementara pada saat yang bersamaan:
  1. Membubarkan dingin dan menyebarkan lembab,
  2. Menghapus inner toxic qi dengan melepaskan exteriornya, dan
  3. Menaikkan qi untuk menghapuskan turbiditas.

Bagaimana seseorang dapat menghindar tertular virus epidemi yang ganas tersebut? The

Nen Jing (Inner Classic) memberi jawabannya; orang dengan qi tegak (zheng) yang kuat akan terhindar dari efek terburuk infeksi epidemi, walaupun setiap orang mungkin terkena, tidak peduli umur dan jenis kelaminnya. Karena setiap individu memiliki kondisi tubuh fisik yang berbeda, manifestasi penyakitnya akan berbeda, sehingga resep herbal tunggal tidak dapat berlaku efektif secara universal untuk setiap pasien. Akupunktur dilakukan kepada pasien berdasar kondisi individual (one-to-one basis), dan beriorientasi lebih untuk menyediakan bantuan meringankan gejala, daripada pemberian ramuan herbal generik yang diterapkan selama periode epidemi. Protokol akupunktur yang relevan, berdasarkan pada skema diferensiasi 4 tahap (four stage differentiation) dari Pemerintah Cina untuk pengobatan Covid-19, diuraikan dalam ebook Akupunktur dalam Pengobatan Covid-19: Sebuah Studi Penyelidikan dibawah ini.



Tidak ada komentar untuk "Ini Penelitian Terapi Akupunktur dalam Pengobatan Wabah Covid-19"

Hosting Unlimited Indonesia
SafelinkU | Shorten your link and earn money