Mengenal Teknik Diagnosa Hara dari kitab Huangdi Ba Shi Yi Nanjing


Definisi Diagnosa Hara

Hara berarti perut, asal usul teknik diagnosa hara adalah dari kitab Huangdi Ba Shi Yi Nanjing (nanching), dimana yang di cek adalah lokasi dan kondisi pada perut pasien. lokasi itu akan menentukan organ mana yang bermasalah dan masalahnya apa. sebagai poros patokan lokasi adalah umbilicus/pusar.

Para praktisi jepang zaman dulu banyak belajar diagnosa hara dan mereka mendalami dari dinasti Han (kitab nanching diduga muncul pada saat era dinasti Han). Mereka lebih suka hara karena lebih mudah dan memiliki hasil terapi yang baik. Karenanya di jepang banyak muncul aliran hara diagnosis yang masing masing memiliki konsep berbeda dan unik.

Contoh teknik hara yang terkenal adalah fukushin dan mubunryu.

Fukushin mengklaim sumber segala penyakit adalah stagnasi racun di perut. hal ini sejalan dengan thibbun nabawi bahwa sumber penyakit adalah perut yang buruk (al hadits).

Aliran lain yg terkenal adalah ei maruyama, dimana melakukan palpasi perut hanya di sekeliling pusar. sementara teknik kodo fukushima lebih menekankan pada diagnosa denyutan pada perut.

Sementara kiiko dan nagano memiliki konsep unik salah satunya bahwa denyutan di lokasi tertentu di perut terhubung dengan organ dan rasa sakit. jika denyutan berkurang maka rasa sakit berkurang pula. kecuali pada pasien yang kondisi emosi nya buruk, atau sedang banyak mengkonsumsi obat.

Palpasi atau perabaan perut sangat bermanfaat bagi pasien karena pasien bisa langsung merasakan perubahan kesehatannya melalui perut. saat ia datang ada bagian perutnya yang sakit atau tidak nyaman namun ketika ia diterapi seketika rasa sakit itu telah hilang atau berkurang signifikan.

Diagnosa lain seperti palpasi nadi dan pengamatan lidah sebetulnya juga sangat baik dan efektif, para praktisi jepang juga mempraktekkannya, namun di jepang diagnosa nadi dan lidah tidak setenar diagnosa perut.

Diagnosa nadi kurang tenar karena belajar diagnosa nadi terkadang membutuhkan banyak sekali waktu dan praktek yang cukup lama untuk bisa menguasai.

Sementara diagnosa lidah kurang tenar karena para akupunkturis yang hanya memakai lidah sebagai patokan hasil terapi, mereka harus menunggu beberapa hari untuk tahu apakah terapi akupunktur nya cocok pada pasien, karena perubahan lidah itu lambat, artinya saat ia menusuk pasien maka ia hanya berdasar teori belaka tapi tidak tau tepat tidaknya terapi secara nyata karena lidah nya pasien belum berubah saat ditusuk.

Sedangkan jika memakai diagnosa hara akan berbeda, saat pasien ditusuk maka saat itu juga langsung berubah hara nya, sehingga bisa diukur cocok tidaknya efek penusukan tadi pada pasien. Oleh karenanya diagnosa perut atau hara menjadi lebih populer di jepang karena berbagai kemudahan baik untuk terapis maupun pasien.

Diagnosa hara berusaha menemukan lokasi hara yang nyeri saat diraba atau ditekan, atau kondisi hara yang berbeda dari sekelilingnya baik kelenturannya maupun temperaturnya, intinya semua ketidaknormalan yang dirasakan di hara.

Palpasi hara menggunakan penekanan sedalam sekitar satu tangkup jari jemari. jika saat ditekan tidak ada yang aneh semisal sakit nyeri ngilu, keras, benjol, ambles, dsb maka berarti sehat adapun jika sebaliknya maka berarti ada masalah pada organ. jika zona hara bermasalah ditemukan maka ditandai lalu dilanjutkan diagnosa ke area hara lainnya. hasil keseluruhan perabaan hara akan menentukan langkah terapi selanjutnya. inti dari terapi adalah menghilangkan semua masalah hara tersebut atau paling tidak berkurang secara signifikan.

Jadi kenapa terapi hara menjadi sangat populer di jepang adalah karena hara bisa menjadi alat diagnosis yang baik, selain lengkap, juga mudah, dan keberhasilan terapinya bisa langsung diukur pasca terapi, yaitu hilangnya nyeri atau masalah di hara seketika saat terapi.

Tiap ahli di jepang memiliki peta hara yang khas, terkadang berbeda namun banyak juga yang sama, berikut ini adalah versi nagano dan kiiko :

Tampak dari peta diagnosa diatas termasuk didalamnya palpasi area dada, jadi tidak sebatas hanya daifuku (perut atas) dan shofuku (perut bawah) yang merupakan perut dalam makna sempit, jadi meliputi tiga jiao baik itu shangjiao (jiao atas), zhongjiao (jiao tengah), dan xiajiao (jiao bawah), ini juga mengisyaratkan bahwa teknik kiiko adalah sinergi dengan pengetahuan kitab pengobatan klasik tiongkok.

Dalam dunia akupuntur klasik dikenal istilah Li Gan Jian Ying yang artinya sekali tongkat ditegakkan akan tampak bayangannya. Ini adalah slogan yang bersesuaian dengan aplikasi teknik kitab nanching yang dipraktekkan di Jepang, yaitu sebuah terapi yang terukur, yang dapat diketahui efek keberhasilannya seketika saat itu juga.

Saat menekan di hara akan ditemukan area yang sakit dan ini adalah reflek dari akar masalah kesehatan seseorang, kemudian sang praktisi akan menterapinya sehingga sakit itu lenyap atau berkurang seketika itu juga. Ini akan membuat pasien sangat nyaman dan puas karena kesuksesan terapi tampak jelas dan terukur saat itu juga.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter