Awal Mula Sejarah Pengobatan Herbal Di Dunia


Pada catatan sejarah, diketahui studi mengenai tumbuh-tumbuhan herbal dimulai pada 5000 tahun yang lalu oleh bangsa Sumerians yang telah menggunakan tumbuh-tumbuhan herbal untuk kepentingan pengobatan seperti pohon salam, sejenis tanaman pewangi. Lalu pada tahun 1000 SM penduduk Mesir telah mengenal beberapa penggunaan herbal seperti bawang putih, candu, minyak jarak, ketumbar, permen, warna atau tanaman nila dan berbagai tumbuhan-tumbuhan herbal untuk pengobatan.

Sedangkan pada zaman Rasulullah SAW, beliau telah menggunakan obat-obat herbal seperti Habbatussauda yang saat ini masih banyak digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti meningkatkan stamina, mencegah alergi, mengkontrol tekanan darah kadar gula dalam darah, memecah batu ginjal, dll. Ditemukan pada dokumen kuno penggunaan herbal seperti tanaman Mandrak (beracun), Vicia sejenis tanaman pewangi, Sekol atau Jewawut, Gandum dan Gandum Hitam.

Buku mengenai tumbuhan herbal dari Cina tercatat sekitar tahun 200 SM yang memuat 365 tumbuhan obat dan penggunaan-penggunaan herbal tersebut diantaranya disebutkan termasuk Ma-Huang yang memperkenalkan efedrina kepada pengobatan modern.

Bangsa Yunani dan Bangsa Romawi kuno melakukan penggunaan tanaman herbal untuk penyembuhan. Sebagaimana tertulis dalam catatan Hippocrates, terutama Galen praktek bangsa Yunani dan Romawi dalam pengobatan herbal menjadi acuan dalam pelaksanaan pengobatan di Barat pada kemudian hari.

Yunani dan praktek-praktek Roma yang berhubungan dengan obat, seperti yang tercatat di dalam tulisan Hipocrates dengan syarat pola-pola untuk pengobatan Barat. Hippocrates menganjurkan pemakaian herbal yang sederhana seperti udara yang sehat, segar dan bersih, istirahat dan diet yang wajar, sedangkan Galen menganjurkan penggunaan dosis-dosis yang besar dari campuran-campuran obat termasuk tumbuhan, binatang, dan ramuan-ramuan mineral.

Para ahli kedokteran bangsa Yunani merupakan orang Eropa yang pertama yang membuat acuan penggunaan-penggunaan dari tumbuhan obat, De Materia Medica. Pada abad pertama sesudah masehi, Dioscorides menulis suatu ringkasan lebih dari 500 tumbuhan yang menjadi bahan acuan selama abad ke 17. Sama pentingnya bagi para ahli pengobatan herbal dan ahli tumbuhan ditemukan buku dari bangsa Yunani, Historia Theoprastus Plantaraum yang ditulis pada abad ke 4.

Perkembangan pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat telah dicapai seiring dengan perkembangan kedokteran barat yang telah diakui dunia internasional.

Penggunaan obat herbal sebagai bentuk pengobatan sama tuanya dengan umur manusia hal ini dikarenakan sejak zaman dahulu makanan dan obat-obatan tidak dapat dipisahkan dan banyak tumbuhan-tumbuhan yang memiliki khasiat menyehatkan telah dikonsumsi.

Pada zaman Mesir kuno, dimana para budak diberi ransum bawang setiap hari untuk membantu menghilangkan berbagai penyakit seperti demam dan infeksi yang umumnya terjadi pada masa itu. Sehingga pada saat itulah catatan pertama tentang penulisan tanaman obat herbal dan berbagai khasiat dikumpulkan oleh penduduk Mesir Kuno. Di saat para pendeta Mesir kuno melakukan penanganan penyakit dengan pengobatan herbal

Dari abad 1500 sebelum masehi telah dimuat berbagai tanaman obat termasuk Jintan dan Kayu Manis. Penduduk Yunani dan Romawi kuno telah melakukan pengobatan herbal. Disaat mereka mengadakan perjalanan di berbagai daratan yang baru para Dokter mereka menemukan berbagai tanaman obat baru seperti Rosemary dan Lavender. Hal itupun langsung diperkenalkan di berbagai daerah baru. Berbagai kebudayaan lain yang mempunyai catatan sejarah penggunaan tanaman obat atau herbal adalah orang Cina dan India.

Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara diseluruh negeri dan memiliki tanaman obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Beberapa daerah, khususnya di daerah Wales dan Skotlandia, penduduk Druid dan para penyembuh celtik memiliki tradisi lain tentang ilmu herbal, dimana obat herbal dikaitkan dengan agama dan ritual. Dengan berkembangnya pengetahuan herbal dan seiring dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15 untuk pertama kalinya pendistribusian tentang penulisan “Tanaman-tanaman Obat Terbaru”.

Sekitar tahun 1630, John Parkinson dari London menulis tentang tanaman obat dari berbagai tanaman yang sangat berkhasiat. Nicholas Culpepper (1616 – 1654) dengan karyanya yang paling terkenal berjudul “The Complete Herbal and English Physician, Enlarged” yang diterbitkan pada tahun 1649. Pada tahun 1812, Hendri Potter telah memulai bisnisnya menyediakan berbagai tanaman obat dan berdagang lintah. Disaat itulah banyak sekali pengetahuan ilmu tradisional dan cerita rakyat tentang tanaman obat, dapat ditemukan mulai dari Inggris, Eropa, Timur Tengah, Asia dan Amerika. Sehingga hal tersebut membuat Potter terdorong untuk menuliskan kembali bukunya yang berjudul “Potter’s Encyclopaedia Of Botanical Drug and Preparatians”.

Tahun 1864 National Association Of Medical Herbalists didirikan, untuk mengatur pelatihan para praktisi pengobatan herbal serta mempertahankan standar-standar praktek pengobatan. Hingga pada saat itu banyak lembaga-lembaga telah berdiri untuk mempelajari pengobatan herbal.

Berkembangnya penampilan obat-obatan herbal yang lebih ahli telah menyebabkan tumbuhnya dukungan dan popularitas. Obat-obatan herbal dapat dipandang sebagai pendahuluan farmakologi modern, tetapi hingga sekarang obat-obatan herbal ini terus digunakan sebagai metode yang efektif dan alami untuk menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit.

Masuknya bangsa Eropa ke Nusantara juga membawa pengaruh besar dalam perkembangan pengobatan asli Indonesia, publikasi mengenai tanaman obat, khasiat dan penggunaannya mulai bermunculan dengan menggunakan kertas dan bahasa latin.
Berikut adalah bukti buku-buku peninggalan yang pertama kalinya ditulis mengenai obat asli Indonesia :
  • Historia Naturalist Medica Indiae di tulis oleh Yacobus Bontius di Maluku, pada tahun 1627 M, buku tersebut berisi 60 jenis tumbuhan beserta cara pemanfaatannya
  • Herbarium Amboinense di tulis oleh Gregorius Rumphius di Maluku, pada tahun 1741-1755 M, isi dari karyanya tentang pemanfaatan tumbuhan dalam merawat kesehatan dan fungsinya dalam mengobati penyakit.
  • Monograf Tumbuhan Obat di Jawa oleh M. Horsfield, tahun 1816 M yang terbit di Jakarta.
  • Indische Palnten en haar Geneeskracht oleh Kloppenburg Versteegh di Semarang, tahun 1907 M berisi tentang informasi pemakaian tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengobatan penyakit.
  • Het Javaanese Reseptenboek oleh Van Hein, pada tahun 1871 M berisi tentang resep-resep pengobatan Jawa Kuno dengan penggunaan tanaman obat.
  • De Nuttige Palnten Van N.I oleh M. Heyne, pada tahun 1927 M tentang informasi berbagai macam jenis tumbuhan yang berkembang di Indonesia.

Sumber : https://id.scribd.com/document/360585305/Sejarah-Obat-Herbal-Di-Dunia

Related Posts

Subscribe Our Newsletter
iklan

Ikuti rekomendasi alat-alat terapi dan produk herbal dengan

Klik Tombol INI