Idealkah Tidur Selama 8 Jam? Bagaimana Pola Tidur dalam Thibbun Nabawi


Berbicara tentang pola tidur, kebanyakan masayakat secara umum bahkan yang sering diajarkan disekolah-sekolah adalah 8 jam, waktu tidur selama 8 jam ini sering kali kita jadikan sebagai patokan hidup yang sehat, padahal belum tentu tidur 8 jam dapat menjaga kebugaran dan kesehatan anda.

Lalu seperti apakah pola tidur dan pola istirahat yang baik kita lakukan ?

Setelah saya mempelajari sedikit demi sedikit dari si mbah google yang katanya serba tau sih, gak tau benar serba tau, gak tau enggak, yaaa pokoknya anda bisa cari referensinya sendiri.

Dari apa yang telah saya pelajari sedikit ini, ternyata pola tidur seseorang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan tidak harus tidur selama 8 jam. Rata-rata kebutuhan orang dewasa untuk tidur memang 8 jam, tetapi normalnya justru 6-8 jam. Mungkin Anda termasuk orang yang memerlukan waktu tidur 6 jam atau 7 jam atau pun 8 jam ?

Pola tidur merupakan pola hidup yang sangat penting dan salah satu sebagai penunjang hidup kita, mengapa demikian, karena pola tidur yang berperan aktif selain mengisi energi yang telah kita pakai dalam aktivitas, ternyata tidurpun dapat menghilangkan rasa lelah dan cape, nah betul apa betul??? selain dari itu menjaga pola tidur yang konsisten dan teratur dapat menghindari resiko strees level urgent alias pengaruh strees yang amat berbahaya secara tidak langsung hal itu akan mempengaruhi kondisi tubuh kita.

Memiliki Waktu Tidur Ideal Belum Tentu Memiliki Kondisi Tubuh yang Sehat.

Lho kok bisa gitu ya, tentu bisa seseorang memiliki jam tidur yang ideal 6 – 8 jam bahkan yang memiliki waktu jam tidur normal 7 jam pun, belum tentu memliki kondisi yang baik bagi tubuh. Alasan apa ya? Nah... perlu anda ketahui selain dari lama waktu tidur, anda pun harus memperhatikan bagaimana kualitas tidur anda selama ini, jika anda memiliki kualitas tidur yang buruk dengan waktu tidur selama 7 jam maka anda akan mengalami masalah kesehatan baik tubuh atau pun secara mental (strees), apalagi jika anda memiliki waktu tidur yang berantakan dan kualitas tidur yang buruk, maka anda akan memiliki kondisi tubuh yang tidak sehat.

Permasalahan yang biasa dan pada umumnya kita hadapi adalah sering kalinya kita menunda waktu tidur atau bahasa kerennya tuuuuhhh BEGADANG, tidak apa apa sih begadang tapi jangan keseringan ya... n_n

Tahu kenapa, karena jika anda begadang 1 hari maka tubuh butuh waktu untuk kembali ke kondisi normal rata-rata selama 7 hari, nah coba anda bayangkan jika begadang 1 tahun perlu berapa lama? Dan ini yang sering jadi masalah bagi pengidap Insomnia atau susah tidur.

Bagi anda yang memiliki aktivitas super duper sibuk dan memiliki waktu tidur yang berantakan, saya sarankan untuk segera memperbaikinya, jika tidak hal ini lambat laun akan menurunkan fungsi tubuh anda, yang pada akhirnya akan bermunculan penyakit degeneratif seperti gula darah, stroke dll.

Dibawah ini saya akan memberikan sedikit saran, bagaimana mencegah dan memperbaiki pola tidur yang berantakan.
  1. Membiasakan diri untuk mengatur secara konsisten dari sekarang sebelum terlambat bertambah parah waktu jam tidur anda. Sebagai contoh jika anda terbiasa tidur jam 10 malam, maka jangan sampai anda mempunyai kebiasaan baru tidur melebihi jam 10 malam, hal ini akan mempengaruhi kondisi tubuh anda cepat atau lambat. 
  2. Ketika waktu istirahat tiba, lakukan aktivitas yang membantu tubuh anda rilek. Hindari untuk tetap dilayar komputer, tv, hp sambil menunggu kita tertidur. 
  3. Rapihkan tempat tidur kita dan buatlah kondisi yang aman untuk tidur. 
  4. Atur cahaya ruang tidur anda agar tidak terlalu terang hal ini sangat berguna untuk lebih mengistirahatkan tubuh anda. 
  5. Tubuh manusia itu sangat pintar, tubuh kita memang dapat menyesuaikan jam tidurnya, maka jaga kesibukan anda tetap konsisten sehingga jam tidur anda akan kembali normal 

Saran diatas mudah-mudahan dapat membantu, tapi jika dirasa belum berhasil, anda cukup mencari lagi solusi di Dumai Networking ini n_n

Seperti Apa Sih Kualitas Tidur yang Baik Itu?

Berdasarkan keterangan para pakar peniliti yang melakukan penilitian terhadap gelombang otak ketika tidur. Kualitas tidur yang baik adalah ketika seseorang mencapai gelombang otak REMS (Rapid Eye Movement Sleep) yaitu ketika terjadinya mimpi dalam tidur.

Untuk mendapatkan kondisi REMS ini anda dapat mencoba saran yang telah sebutkan diatas.

Lalu Bagaimana Pola Tidur Dalam Thibbun Nabawi?

Akhinya masukan juga ke pembahasan inti... hehehehe panjang juga pembukaannya dan saya akan menjelaskan teori Thibbun Nabawi ini mundur sedikit dulu, tujuannya agar anda yang membaca paham tentang apa yang saya sampaikan biiznillah.

Dalam teori Thibbun Nabawi pada BAB tentang pembagian penyakit, menurut Ibnu Qoyyim Al Jauziyah yang saya pelajari dari rekaman referensi Thabib Abu Muhammad, bahwa penyakit itu ada 2 yaitu :
  1. Al Fitrah 
  2. Al Mizazi 
Al Fitrah adalah penyakit yang pada umumnya terjadi pada setiap makhluk hidup, sedangkan Al Mizazi adalah penyakit yang rumit, saya hanya akan menjelaskan sedikit tentang penyakit Al Fitrah saja.

Penyakit Al Fitrah sesuai definisi yang telah saya sebutkan diatas, sebagaimana contohnya adalah penyakit lapar maka obatnya adalah makan, haus maka obatnya adalah minum, ngantuk obatnya adalah tidur. Betul kan???? ngantuk obatnya bukan minum kopi ya!!!

Tidur merupakan salah satu dari fitrah manusia yang Allah berikan kepada setiap makhluk hidup dan jika kita tela’ah dari contoh diatas waktu tidur yang baik adalah ketika ngantuk anda tidur dan ketika tiba waktunya untuk tidur maka harus menyegerakan tidur, ini sesuai dengan apa yang Suri Tauladan kita lakukan, Rasulullah Muhammad Saw., selalu menyegerakan tidur pada awal malam setelah isya jika memang tidak ada lagi aktivitas yang dilakukan dan Rasulullah Muhammad Saw., tidak pernah menunda-nunda waktu tidur, sehingga Rasulullah Muhammad Saw., dapat bangun lebih awal.

Beberapa Anjuran Ketika Hendak untuk Tidur

1. Berdoa sebelum tidur, salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad Saw., seperti dalam hadist dibawah ini

عَنِ البَرَّاء بنِ عَازِب، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه و سلم قَالَ: (( إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ: اللهُمَّ إِنِّي اَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَوَجَهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَ فَوَضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ وَ أَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَ رَهْبَةً إِلَيْكَ لاَ مَلْجَأَ وَ لاَ مَنْجَا منك إَلاّ إِلَيْكََ ، أَمَنْتُ بِكِتَابٍكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَ بِنَبِيِّكَ الذي أَرْسَلْتَ وَ اجْعَلْهُنَّ آخِرَ كَلاَمِكَ فَإِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مِتَّ على الفِطْرَة)) 

“Dari al Barra bin Azib, bahwa Rasululah bersabda,”Jika engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan lalu ucapkanlah doa:” Ya Allah sesungguhnya aku menyerahkan jiwaku hanya kepadaMu, kuhadapkan wajahku kepadaMu, kuserahkan segala urusanku hanya kepadamu, kusandarkan punggungku kepadaMu semata, dengan harap dan cemas kepadaMu, aku beriman kepada kitab yang Engkau turunkan dan kepada nabi yang Engkau utus” dan hendaklah engkau jadikan doa tadi sebagai penutup dari pembicaranmu malam itu. Maka jika enkau meninggal pada malam itu niscaya engkau meninggal di atas fitrah” H.R Al Bukhari 11/93,95 dan Muslim (2710)

2. Bersiwak, Wudlu dan Sholat
3. Tidur dalam keadaan perut tidak kenyang
4. Miring Ke Kanan atau Telentang dengan meletakkan salah satu kakinya diatas yang lainnya.

Demikian apa yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat mengenai permasalah pola tidur dalam Thibbun Nabawi, jika ada yang salah dengan apa yang saya sampaikan, saya mohon maaf atas kehilapan dari penerangan ini.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter