Dalam dunia terapi jarum, terdapat berbagai jenis alat dengan fungsi yang berbeda, dua di antaranya adalah jarum akupunktur dan jarum akuputomi. Sekilas keduanya sama-sama menggunakan jarum, namun secara bentuk, tujuan, dan cara kerja, keduanya sangat berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar terapi yang dilakukan sesuai indikasi dan aman bagi pasien.
1. Jarum Akupunktur
Bentuk dan Ukuran
-
Panjang: 13 mm hingga 125 mm (tergantung lokasi titik dan tujuan terapi).
-
Diameter: ±0,16–0,30 mm.
-
Bentuk: Lurus, sangat tipis, fleksibel, dengan ujung tajam halus.
-
Bahan: Umumnya terbuat dari stainless steel berkualitas medis.
Fungsi dan Tujuan
Jarum akupunktur digunakan untuk:
-
Menstimulasi titik akupunktur di permukaan kulit.
-
Menyeimbangkan energi Qi dan aliran darah dalam tubuh.
-
Mengatasi berbagai gangguan seperti nyeri, gangguan pencernaan, insomnia, dan masalah kesehatan lainnya.
Metode Penggunaan
Jarum dimasukkan secara halus ke titik akupunktur tertentu, lalu dapat diberi manipulasi manual atau stimulasi listrik (elektroakupunktur). Prosedur ini tidak memotong jaringan, hanya menstimulasi saraf dan jaringan lunak.
2. Jarum Akuputomi
Bentuk dan Ukuran
-
Panjang: Bervariasi (mirip jarum akupunktur) namun lebih kaku.
-
Diameter: Lebih tebal dari jarum akupunktur.
-
Ujung: Pipih atau berbentuk pisau kecil (blade).
-
Bahan: Stainless steel dengan desain khusus untuk memotong jaringan.
Fungsi dan Tujuan
Jarum akuputomi digunakan untuk:
-
Memotong atau melepaskan perlekatan jaringan lunak.
-
Mengatasi jaringan parut (fibrosis) atau otot yang mengalami adhesi.
-
Memperbaiki gangguan gerak akibat ketegangan otot atau fasia yang kaku.
Metode Penggunaan
Jarum dimasukkan ke jaringan target, lalu dilakukan gerakan untuk memisahkan atau memotong jaringan perlekatan. Karena sifatnya invasif, teknik ini memerlukan pelatihan dan prosedur steril ketat.
3. Perbandingan Singkat
Aspek | Jarum Akupunktur | Jarum Akuputomi |
---|---|---|
Ujung Jarum | Tajam halus, runcing | Pipih, seperti pisau kecil |
Diameter | Sangat tipis (0,16–0,30 mm) | Lebih tebal |
Fungsi Utama | Stimulasi titik akupunktur | Memotong/memisahkan jaringan |
Tujuan Terapi | Keseimbangan energi dan nyeri umum | Perbaikan struktur jaringan |
Invasifitas | Minimal invasif | Lebih invasif |
Rasa Nyeri | Umumnya ringan | Bisa lebih terasa |
Kesimpulan
Meskipun sama-sama menggunakan jarum, akupunktur dan akuputomi berbeda jauh dalam desain, tujuan, dan metode penggunaan. Akupunktur berfokus pada stimulasi titik untuk mengoptimalkan fungsi tubuh dan energi, sementara akuputomi ditujukan untuk mengatasi masalah struktural pada jaringan lunak.
Bagi terapis, memahami perbedaan ini sangat penting agar pasien mendapatkan terapi yang tepat, aman, dan efektif.
Tidak ada komentar