Rematik dapat menjadi tantangan besar bagi pasien. Nyeri sendi, pembengkakan, dan kekakuan sering kali membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit dilakukan.
Bagi seorang terapis akupunktur, memahami titik-titik yang tepat, teknik penusukan, serta durasi ideal terapi adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang optimal.
📌 Apa Itu Rematik?
Secara medis, rematik adalah istilah yang merujuk pada berbagai gangguan pada sendi, otot, dan jaringan lunak. Gejalanya antara lain:
-
Nyeri sendi yang menetap atau kambuhan
-
Pembengkakan pada area sendi
-
Kekakuan pagi hari
-
Penurunan rentang gerak
Dalam Traditional Chinese Medicine (TCM), rematik dikenal sebagai Bi Zheng (Sindrom Bi) yang berarti “hambatan” pada aliran Qi (energi) dan Xue (darah) di meridian tubuh.
🌀 Pandangan TCM tentang Rematik
Menurut TCM, rematik terjadi akibat invasi angin, dingin, dan lembap ke dalam meridian, yang memicu:
-
Nyeri & kekakuan → akibat dingin
-
Pembengkakan & rasa berat di sendi → akibat lembap
-
Nyeri berpindah-pindah → akibat angin
Jika stagnasi ini dibiarkan, kondisi dapat berubah menjadi panas dalam, yang memicu peradangan kronis dan kerusakan sendi.
🎯 Titik Akupunktur yang Sering Digunakan untuk Rematik
-
LI4 – Hegu
📍 Lokasi: di antara ibu jari dan jari telunjuk
🌟 Fungsi: meredakan nyeri, mengatur aliran Qi -
LI11 – Quchi
📍 Lokasi: di siku, ujung lipatan lateral
🌟 Fungsi: membuang panas, mengurangi peradangan -
SP10 – Xuehai
📍 Lokasi: 2 cun di atas tepi atas patela
🌟 Fungsi: melancarkan darah, mengurangi pembengkakan -
ST36 – Zusanli
📍 Lokasi: 3 cun di bawah lutut, satu jari lateral dari tulang kering
🌟 Fungsi: memperkuat Qi, meningkatkan daya tahan tubuh -
BL23 – Shenshu
📍 Lokasi: 1,5 cun lateral dari prosesus spinosus L2
🌟 Fungsi: memperkuat ginjal, mendukung tulang dan sendi -
GB34 – Yanglingquan
📍 Lokasi: di bawah kepala fibula
🌟 Fungsi: meredakan kekakuan, meningkatkan mobilitas sendi
⏳ Durasi Ideal Terapi Akupunktur untuk Rematik
Durasi terapi akupunktur sangat penting untuk efektivitas hasil.
Bagi terapis, berikut panduan durasi yang direkomendasikan:
-
Durasi standar: 20–30 menit per sesi
-
Fase akut (nyeri dan bengkak parah): 15–20 menit untuk menghindari kelelahan energi pada pasien
-
Fase kronis (nyeri menetap, kekakuan sendi): 25–30 menit untuk memaksimalkan sirkulasi Qi dan Xue
-
Sesi moksibusi tambahan: 5–10 menit pada titik BL23 dan ST36 jika dominan dingin dan lembap
-
Frekuensi terapi: 2–3 kali per minggu pada fase akut, lalu 1–2 kali per minggu untuk pemeliharaan
💡 Tips untuk terapis: Selalu evaluasi respon pasien. Jika pasien tampak lelah atau berkeringat berlebihan, hentikan terapi lebih awal.
✋ Tips Akupresur untuk Mendukung Terapi
Selain penusukan, akupresur bisa digunakan sebagai terapi tambahan di rumah:
-
Tekanan jempol stabil: 60–90 detik di setiap titik
-
Gerakan memutar: searah jarum jam untuk mengaktifkan Qi
-
Kombinasi titik: LI4 + LI11 untuk panas dan peradangan, BL23 + ST36 untuk kelemahan kronis
-
Moksibusi rumah: aman dilakukan dengan instruksi terapis, terutama untuk kasus dominan dingin
💡 Strategi Penanganan Rematik untuk Terapis
-
Sesuaikan kombinasi titik dengan pola patogen dominan (angin, dingin, lembap)
-
Kombinasikan akupunktur dengan diet antiinflamasi, olahraga ringan, dan edukasi pasien
-
Monitor perkembangan dengan catatan terapi, terutama pada pasien dengan rheumatoid arthritis
📚 Sumber Belajar Lanjutan untuk Terapis
Selain titik-titik yang telah disebutkan di atas, terapis dapat mencari titik akupunktur lainnya yang relevan untuk rematik melalui fitur “Cari Titik” di Aplikasi Manual Akupunktur PRO.
Fitur ini memudahkan pencarian berdasarkan nama titik, lokasi, atau indikasi penyakit.
![]() |
Tampilan halaman Cari Titik pada aplikasi Manual Akupunktur PRO |
Gunakan Aplikasi Manual Akupunktur — panduan lengkap 704 titik akupunktur dengan teori TCM, strategi klinis, dan fitur pencarian yang memudahkan pekerjaan terapis.
🔗 Unduh di: terapijarum.com/manual-akupunktur
Tidak ada komentar