Teknik Titik Akupunktur Saam Asal Korea


Aplikasi akupunktur secara luas di semenanjung Korea dimulai pada masa Dinasti Joseon (1392-1897 M). Sebelumnya, ketika Semenanjung Korea terpecah menjadi 3 dinasti yaitu : Goguryeo, Baekje dan Silla (37 SM-935 M), telah tercatat penggunaan akupunktur meski dilakukan secara terbatas. Dinasti Goguryeo sendiri menjadikan pengetahuan akupunktur sebagai salah satu pelajaran yang diujikan untuk menjadi pegawai kerajaan.

Pada masa Dinasti Joseon ada beberapa nama yang sering disebutkan sebagai peletak fondasi akupunktur Korea, yaitu : Heo Jun, Heo Im, Lee Hyung Ik dan Saam. Heo Jun menulis ‘Dongeui Bogam’, sebuah buku tentang kombinasi pengobatan Korea dan Cina yang di dalamnya terdapat teknik pengobatan akupunktur.

Sedangkan Heo Im menuliskan pengalamannya dalam mengobati pasien dengan menggunakan akupunktur. Hasil tulisan Heo Im menjadi buku yang merupakan buku akupunktur pertama di Semenanjung Korea. Saam sendiri mengembangkan teknik akupunktur berdasarkan teori 5 unsur.

Ada 2 konsep utama dalam Akupunktur Saam :
  1. Jeong Gyeok untuk sindrom defisiensi
  2. Seung Gyeok untuk sindrom ekses

Sebagai contoh, Paru-defisien, karena Paru adalah Logam dan ibu Logam adalah Tanah, maka yang ditonik SP-3 dan LU-9 (keduanya titik tanah). Karena Api ‘menindas’ Logam, maka titik Api, dalam hal ini LU-10 dan HT-8 disedasi. Jika Paru dalam kondisi ekses, maka konsep yang dipakai adalah Seung Gyeok. Karena ‘anak’nya Logam adalah Air, maka titik Air yang di sedasi, yaitu : LU-05 dan KI-10. Titik LU-10 dan HT-8 kembali digunakan, namun kali ini kedua titik tersebut di-tonik.


Related Posts

Subscribe Our Newsletter
iklan

Ikuti rekomendasi alat-alat terapi dan produk herbal dengan

Klik Tombol INI