Penanganan Akupunktur pada Nyeri Haid Dysmenorrhea


Adalah rasa nyeri menjelang, selama dan beberapa hari setelah menstruasi pada wanita dewasa, ada 2 bentuk :
  1. Congestive, yang umumnya berkaitan dengan adanya penyakit atau radang di dalam uterus (CV), rasa nyeri dimulai beberapa hari sebelum haid dan sifatnya tidak jelas benar. 
  2. Spasmodic, umumnya diderita oleh wanita yang melajang dimana nyerinya melilit perut (seperti kolik) dan mulai ketika haid tiba waktunya. Bila penyebabnya tidak jelas benar maka nyeri haid ini disebut dysmenorrhoea primer asalnya adalah psykogenik. 

Dalam akupunktur dibagi menjadi 2 macam, dengan gejala sebagai berikut :

Tipe Ekses ( akibat stagnasi Qi Xue )

Menjelang haid dibawah perut terasa nyeri sekali dan nyerinya menetap, jika ditekan sakitnya bertambah. Kadang nyerinya melebar sampai daerah pinggang dan kaki, menstruasinya sendiri tersendat-sendat atau tidak lancar, darah haid berwarna ungu kehitam-hitaman dan bergumpal-gumpal, dan nyeri berkurang setelah haid hampir selesai. Kadang dibarengi dengan rasa sakit pada hypokondrium dan buah dada, bongue ungu gelap atau pet echiae, stringtaut dan detak threndy.

Prinsip Terapi :

Pilih titik-titik pada meredian CV dan meredian Tay Yin Kaki untuk melancarkan Qi Xue di daerah Ciao bawah, seperti CV. 3, SP. 8, 10, Li. 4 dan St. 27.

Catatan :

  • Sp. 10 merupakan titik lautan darah, dipilih untuk melancarkan jalanya Xue (darah). 
  • Sp. 8 merupakan titik Xu meredian Limpa yang jika di kombinasi dengan Li. 4 dapat menghilangkan nyeri di daerah abdomen. 
  • Sedangkan CV. 3 dan St, 27 dianggap titik lokal uterus digunakan untuk melancarkan jalannya menstruasi dan mengilangkan rasa sakit. 

Tipe Defisien ( Akibat Masuknya Lembab Dingin )

Nyeri bawah perut justru muncul menjelang haid berhenti atau setelah selesai haid, sifat sakitnya terus menerus, darah menstruasinya sedikit dan berwarna terang, bila perut dihangatkan nyerinya akan berkurang, penderita takut dingin, berdebar disertai pusing kepala, rabaan nadi terasa halus dan lemah, sakit abdomen bagian bawah yang dull, rasa sakit akan berkurang jika ditekan, kompleks sallow atau pucat, pandangan memudar, lassitude, dan insomnia

Titik terapi :

Pilih titik CV, Limpa dan Ginjal, baik titik Mu maupun titik Shu-nya dengan teknik tonifikasi dan moksibasi. Titik tersebut adalah CV. 4, Bl. 20, 23, St. 36 dan Sp. 6.
Alternatif dengan mengambil titik-titik telinga, yaitu titik ovary, shenmen, uterus, sympathetic dan endocrine.

Catatan :
CV. 4 dimoksa untuk menambah Yuan Qi
Sedangkan Bl. 20 dan 23 untuk memperbaiki fungsi Limpa dan Ginjal.

Sedangkan St. 36 dan Sp. 6 dipilih untuk menguatkan fungsi Limpa-Lambung dan menghilangkan rasa nyeri.

Pengunaan terapi pada titik telinga , gunakan titik ovarium, Shenmen dan Endoktrin yang dirangsang kuat dan sering dimanipulasi sehingga sakinya berkurang.

Penyakit ini sering berhubungan dengan kelainan pada genetalia atau berhubungan dengan endoktrin, syaraf dan kejiwaan. Bila waktu haidnya sendiri berjalan teratur, maka lakukan akupunture pencegahan dan seyogyanya dilakukan 3 hari sebelum haid serta seminggu sekali untuk mencegah timbulnya nyeri haid berikutnya,sampai nyeri haid tidak terasa lagi pada bulan-bulan berikutnya.

Resep I

Bawang putih 2 siung
Air putih yang hangat 1 gelas

Cara pembuatan :

Bawang dikupas dari kulitnya . Siapkan air hangat (yang sudah dididihkan dahulu)

Aturan pakai :

Sipenderita diminta untuk makan bawang putih tersebut, setelah itu minum air hangat sebanyak satu gelas. Lakukan hal itu secara teratur 3 X 1 resep perhari.

Resep II

Daun rangga dipa 1 genggam
Madu 1 sendak makan
Air bersih 1 gelas

Cara pembuatan :

Daun rangga dipa dikeringkan dibawah terik matahari hingga benar-benar kerin, setelah kering simpan distoples berwarna gelap dan kering. Yang dimaksud 1 resep dalam resep ini adalah ¼ sendok the bubuk daun dipa yang diseduh dalam ½ gelas air mendidih dan dibubuhi 1 sendok makan madu murni.

Aturan pakai :

Sipenderita diminta untuk meminum air ramuan di atas secara teratur 2 X 1 resep per hari sampai rasa haid yang diderita hilang.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter