Apakah Teori Yinyang Sesuai dengan Syariat Islam ?


Teori Dasar dalam Akupunktur yang sangat luar biasa membicarakan tentang konsep keseimbangan, tentu menjadi keharusan seorang Akupunkturis mengetahui tentang teori ini. Selain dari itu teori Yinyang ini pun dipakai dalam beberapa praktek seperti Bekam, Pijat, Refleksi dan lain-lain. tetapi sebagai seorang Muslim Apakah Teori Yinyang Sesuai dengan Syariat Islam ?

Teori Yinyang sesuai dengan Syariat Islam, teori keseimbangan ini telah Nabi praktekkan pada saat beliau makan kurma diimbangi dengan mentimun, Kurma yang memiliki sifat hangat dan mentimun bersifat dingin yang menciptakan keseimbangan dari kedua unsur, sehingga hal tersebut dapat mencegah seseorang sakit karena kelebihan salah satu unsur dan terjaga keseimbangan tubuhnya.

Dalam Al Quran yang menjelaskan perihal tentang konsep keseimbangan ini banyak sekali, beberapa diantaranya :

Dalam QS. Al Mulk ayat 3 yang artinya :
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah, sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang ?

Dalam QS. Ar Raad ayat 3 yang artinya :
dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan, berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada apa yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan.

Dalam QS. An Najm ayat 45 yang artinya :
dan sesungguhnya Dialah (Allah) yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan
Dalam QS. Az Zariyat ayat 40 yang artinya :
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah.

Dalam QS. Yasin ayat 36 yang artinya :
Maha Suci Allah yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Dalam QS. Al Baqarah ayat 164 yang artinya :
Seseungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering) dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, semua itu sungguh, merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mengerti.

Dalam QS. Ali Imran ayat 27 yang artinya :
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engakau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engakau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.

Dalam QS. Ali Imran ayat 190 yang artinya :
Sesungguhnya dalam penciptaan langin dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal.

Dalam QS. Ar Rahman ayat 7-9 yang artinya :
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. Agar kamu jangan merusak keseimbagnan itu. Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

Ayat Al Quran diatas merupakan keterangan mengenai konsep keseimbangan, maka teori Yinyang yang merupakan teori keseimbangan tidak bertolak belakang dengan Syariat Islam karena dalam Islam pun ternyata sudah kita ketahui tentang teori ini, bahkan dalam At Thibbun Nabawi pun juga dibahas tentang konsep keseimbangan walaupun dengan istilah bahasa yang berbeda yaitu Haroroh dan Ruthubah, tetapi isi dari teori tersebut tetaplah sama menjelaskan tentang keseimbangan ciptaan Allah.

Demikian beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan tentang teori keseimbangan. Maha Suci Allah yang menciptakan Alam Semesta ini beserta isinya yang sangat sempurna.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter
iklan

Ikuti rekomendasi alat-alat terapi dan produk herbal dengan

Klik Tombol INI