Kesalahpahaman Pandangan Masyarakat terhadap Thibbun Nabawi dan Ilmu Pengobatan Kesehatan



Sebagian orang memiliki pemahaman dan pengertian dalam memahami suatu ilmu dan tidak jarang hasil pemahan dan pengertiannya menghasilkan kesalahpahamam tentang Thibbun Nabawi.

Salah satunya contoh masyarakat yang memahami Thibbun Nabawi, bahwa Thibbun Nabawi hanya sekedar minum Habbatus Sauda dan minum Madu tanpa tau dosis takaran yang jelas, dia menyangka dirinya sudah menerapkan Thibbun Nabawi. Padahal ilmu Thibbun Nabawi tidak sesederhana itu.

Begitu juga dengan para pelaku penjual herbal yang meracik ramuan herbalnya dengan menambah Madu atau Habbatus Sauda mengklai bahwa herbalnya adalah ramuan Thibbun Nabawi.

Perlu diketahui bahwa konsep ilmu Thibbun Nabawi adalah konsep pengobatan yang kompleks sebagaimana ilmu pengobatan lain.

Dalam Thibbun Nabawi dibutuhkan kemampuan mendiagnosa atau memeriksa kondisi tubuh terhadap penyakit, meramu bahan dan kadarnya, mengetahui dosis obat dan lain-lain.

Tidak jarang kita menemui orang yang merasa bingung dan panatik dalam berobat. Semua pengobatan hakikatnya adalah baik dengan syarat orang yang melakukannya adalah seseorang yang ahli artinya dia menguasai dan memahami akan ilmu yang telah ia kuasai bukan sekedar ucapan dan teori saja dan didukung dengan pengalamnya.

Salah satu kebimbangan terjadi bukan sekedar hanya memilih berobat kedokter atau Thibbun Nabawi? tetapi terkadang ketika seseorang memilih pengobatan Thibbun Nabawi masih memiliki rasa bimbang dalam hatinya, sebagai contoh saat melakukan pengobatan dengan menggunakan madu, sering kali orang merasa ragu apakah madu ini asli? apakah madu ini murni?

Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang ilmu pengobatan merupakan suatu sumber masalah sampai saat ini, jika tidak maka orang sudah tidak akan ragu lagi dengan yang namanya Madu dan tidak akan mempertanyaankannya lagi apakah madu ini palsu atau murni.

Sebaik-baiknya Madu adalah Madu yang diperoleh disekitar tempat ia tinggal dan madu tidak murni masih lebih baik dari pada gula putih.

Thibbun Nabawi bukan hanya berbicara tentang Madu dan Habbatus Sauda tetapi Bekam dan pengobatan lain yang sesuai dengan syariat Islam merupakan salah satu dari kompleksnya Thibbun Nabawi.

Bekam adalah salah satu terapi tindakan penghisapan pengeluaran darah dalam Thibbun Nabawi, tetapi banyak sekali orang yang ingin di terapi bekam tanpa tahu kondisi tubuhnya apakah bisa di bekam atau tidak. Praktek dalam bekam tidaklah mudah dan memiliki resiko fatal, maka bekamlah kepada ahlinya, karena seorang ahli akan bertindak sesuai diagnosa yang didapatkan dari tubuh yang sakit, bukan hanya sekedar berpegang teguh terhadap pernyataan hadist bahwa bekam bisa mengobati berbagai macam penyakit. Hal ini tidak hanya berlaku pada terapi bekam, tetapi jenis terapi lainpun juga sama, seperti terapi pijat urut, pijat refleksi, akupunktur, akupresur, totok, herbal, kiropraksi dll.

Begitupun dengan pengobatan konvensional atau pengobatan medis yang telah banyak diketahui berbagai kalangan masyarakat masih ada saja orang yang panatik hingga merasa takut dan trauma dengan pengobatan medis, ada orang yang saking percayanya dengan pengobatan medis dengan ampuhnya membuat badannya sehat kembali, menjadikan sikapnya dikit-dikit sakit langsung beli obat ke warung, ini merupakan sikap yang salah dan malah akan memperburuk kondisi kesehatannya hal ini dikarenakan kesalahpahaman masyarakat terhadap bagaimana cara menjaga kesahatan.

Tentunya setiap ilmu pengobatan tidak akan menyarankan untuk sakit sedikit langsung minum obat karena hakikatnya menjaga kesahatan bukanlah dari minum obat tetapi dari perilaku kita terhadap pola hidup yang sehat.

Kesalahpahaman semakin menjadi ketika ada info bahwa obat kimia berbahaya, hal ini menyebabkan sifat parno takut berlebihan untuk berobat dan pergi ke dokter, asalkan anda tahu bahwa obat kimia tidak hanya obat yang sering kita temui di dokter, rumah sakit dan apotik tetapi produk herbal pun dan apapun yang kita makan merupakan kumpulan-kumpulan kimia hanya saja yang membedakan adalah kimia alami dan kimia sintetis.

Kimia Sintetis adalah aktivitas melakukan reaksi kimia untuk memperoleh suatu unsur kimia baru yang dilakukan secara sengaja dengan campur tangan manusia, berbanding terbalik dengan Kimia Alami yang merupakan reaksi kimia yang dilakukan secara alami oleh alam.

Jadi sebetulnya tidaklah benar jika memiliki sikap berlebihan akan rasa was-was dan takut dengan obat kimia.

Baik obat dokter (kimia sintetis) ataupun herbal memiliki manfaat dan kekurangan, jika obat kimia memiliki efek samping maka herbal pun juga sama, ada dampak positif dan dampak negatif, untuk menghindari dampak negatif tersebut maka diperlukan pengetahuan akan kondisi tubuh dan takaran dosis yang harus dikonsumsi.

Kesalahpahaman selanjutnya adalah pemahaman bahwa dengan obat bisa langsung sembuh, hal ini sering kita temui, banyak orang yang berobat dan merasa yakin hanya dengan mengkonsumsi obat maka badanpun akan sehat, hanya dengan terapi saja badan akan terasa sehat.

Untuk mencapai kesehatan bukan hanya sekedar minum obat dan melakukan terapi tetapi harus disertai dengan pola hidup baik jasmani, rohani, pikiran dan emosi harus diperbaiki jika tidak maka tidak heran banyak sekali orang sakit yang sakitnya hilang timbul bahkan tidak sembuh-sembuh.

Semoga artikel ini dapat menyadarkan masyarakat dan lebih menghargai akan kondisi kesehatan tubuhnya.

Jangan tergesa-gesa dalam berobat, sempurnakan ikhtiar untuk berobat, jangan sekali-kali mencampurkan ilmu pengobatan medis dengan ilmu pengobatan lain karena walaupun sama-sama memiliki tujuan yang sama yaitu itu untuk kembali sehat, tetapi setiap ilmu pengobatan memiliki konsep tersendiri untuk menilai, mendiagnosa dan melakukan tindakan dalam pengobatan.

Kesehatan tubuh adalah modal yang tidak tergantikan nilainya, tidak bisa dibeli dengan uang, sebanyak apapun uang yang kita miliki kesehatan belum tentu akan mudah didapatkan, maka bagi yang sekarang merasa sehat harus sangat bersyukur Allah masih memberikan kita rizki dan nikmat yang sangat besar. Alhamdulillah.


Gabung di Channel Telegram Terapi Jarum

JOIN Telegram

Tidak ada komentar untuk "Kesalahpahaman Pandangan Masyarakat terhadap Thibbun Nabawi dan Ilmu Pengobatan Kesehatan"

Buka artikel TerapiJarum.com dengan aplikasi android