Ads 720 x 90

Titik Akupunktur Meridian Pi Limpa


Pi/Limpa – Spleen (Sp)

Elemen Tanah | Peduli | Tengah | Lembab | Kuning atau Coklat
Meridian Tai Yin Kaki Limpa

Istilah lain Meridian Limpa :

Ada beberapa istilah berbeda yang mungkin akan ditemukan untuk nama Meridian Limpa, diantaranya :
  • Zu Tai Yin Pi Jing
  • Meridian Thay Yin Kaki Limpa
  • Meridian Limpa
  • Spleen Meridian (Sp)
Nama Jalur Meridian : Taiyin Kaki Limpa
Fungsi : Menghasilkan aspek nutrisi dan proteksi

Singkatan Standar Internasional : SP / Sp Meridian Limpa

Secara Internasional, Meridian Limpa biasa disingkat SP/Sp dari kata Spleen. Di buku ini Meridian Limpa disingkat dengan Sp 6, maka artinya adalah Meridian Limpa no. 6 yaitu Sanyinjiao.
Jumlah Titik Acopoint : 21 pasang titik, kanan dan kiri
Pasangan Organ : Lambung
Elemen : Tanah
Panca Indra : Bibir
Jam Organ : 09.00-11.00
Jaringan Tubuh : Otot
Perjalanan Hidup : Dewasa
Emosi : Rindu
Cuaca : Lembab
Musim : Panas Panjang
Arah angin : Tengah
Rasa : Manis
Warna : Kuning / Coklat
Suara : Nyanyi
Sikap : Duduk
Titik Mu : Hati 13 (Lv. 13 Zhang Men / Gerbang Hukum)
Titik Shu : Kandung Kemih 20 (BL. 15 Pi Shu / Titik Shu Limpa)
Khasiat / khasiat : Penyakit - penyakit yang terkait dengan Limpa kecil, mengatasi gangguan penyakit kewanitaan / penyakit gineokologi, mengatasi gangguan sistem urin, mengatasi gangguan otot, gangguan pendarahan dan gangguan mental.

Sindrom Meredian Limpa :

Akan menyababkan lidah kaku, akar lidah nyeri, nyeri ulu hati, diare, perut kembung, badan terasa berat, nyeri atau bengkak sepenjang jalur Meridian.

Perjalanan Meridian Limpa

  • Dimulai dari ujung ibu jari kaki sebelah dalam (titik Yinbai-SP 1)
  • Menyusuri bagian dalam ibu jari kaki, ke atas menyusuri batas hitam putih telapak kaki (batas otot telapak kaki) dan otot punggung kaki.
  • Terus ke atas menuju ke mata kaki dalam.
  • Ke atas lagi lewat betis
  • Menyusuri bagian belakang tulang kering.
  • Melawati lutut , pinggul bagian dalam pinggir depan.
  • Masuk ke daerah perut.
  • Masuk dalam Limpa, berhubungan dengan Lambung
  • Melewati diafragma (sekat perut) terus ke atas.
  • Menyusuri kerongkongan.
  • Berhubungan dan tersebar di bawah lidah.
  • Cabang Meridian pada Lambung ke arah atas melewati diafragma.
  • Menetap di Jantung mencurahkan Qi (energi) ke Xin/Jantung.

Penyakit atau gejala abnormal pada Meridian Thay Yin Kaki Limpa

Penyakit atau gejala abnormal pada Meridian :

Kepala dan seluruh tubuh terasa berat, suhu badan naik, anggota badan terasa lelah dan lemah atau atropi ototnya, dagu dan pipi nyeri, lidah tidak dapat bergerak dengan leluasa, kaki atau lutut sisi medial terasa dingin, kaki edema.

Penyakit atau gejala abnormal pada organ :

Nyeri Lambung, diare atau kotoran tidak berbentuk, makanan tidak tercerna dengan baik borborigmus, mual atau muntah terdapat massa pada perut, nafsu makan berkurang, jaudice (terlalu banyat cairan kuning), perut bengkak dan kembung dengan disertai air seni tidak lancar.

Keterangan Lain Tentang Limpa :

Dalam teori pengobatan Cina, Limpa berperan sebagai transportasi. Limpa ibaratnya mobil atau alat transportasi cairan-cairan yang ada di tubuh. Jika kaki ditekan lalu lama kembalinya itu berarti kelemahan Limpa (walaupun itu bisa juga merupakan Tanda kelemahan Ginjal atau Jantung).

Limpa menguasai perut bagian bawah, sedangkan Lambung menguasai perut bagian atas. Jika ada keluhan pada bagian perut bawah, maka perhatikan Limpa. Karena itu titik Limpa bisa membantu gangguan kekhawatiran, kegemukan, keputihan, gangguan perairan misalnya kaki bengkak, pendarahan (menstruasi) dsb.

Limpa dan Lambung juga menguasai otot dan berhubungan dengan pikiran (mental). Anda tentu pernah mendengar orang stress hingga akhirnya lumpuh, karena memang dalam pandangan pengobatan Cina pikiran dan otot berhubungan. Kalau orang berpikir berlebihan atau stress akan mengganggu Limpa dan Lambung. Gangguan pada Limpa bisa mengakibatkan salah satunya otot mengecil dan tidak bertenaga sehingga mengakibatkan kelumpuhan. Limpa diperkuat agar tidak berpikir berlebihan.

Transformasi dan Transportasi Sari Makanan (Jinye) dan Qi

Organ Limpa berfungsi mentransformasikan makanan yang telah tercerna menjadi qi, dan ini dinamakan Gu-Qi (energi makanan) yang menjadi dasar pembuatan qi (energi) dan Xue. Sekali Gu-Qi (energi makanan) terbentuk, Limpa mentransportasikannya (bersama ‘sari makanan’ lain) ke berbagai organ tubuh.

Proses transformasi dan transportasi yang dilakukan oleh Limpa ini sangat penting bagi proses pencernaan dan pembentukan qi (energi) dan Xue. Jika fungsi ini berlangsung normal, maka pencernaan akan berlangsung dengan baik, nafsu makan pun baik, penyerapan sari makanan dan proses defekasi berjalan dengan normal. Sebaliknya jika fungsi Limpa bermasalah maka proses pencernaan pun akan bermasalah, nafsu makan berkurang, terjadi distensi perut dan diare.

Qi-Limpa defisien akan menyebabkan permasalahan pencernaan, ST-36 dan SP-06 adalah dua titik yang biasa digunakan untuk mentonifikasi Qi-Limpa jika ditemukan permasalahan pencernaan tersebut.

Transformasi dan Transportasi Cairan

Selain mengendalikan pergerakan qi (energi) dan sari makanan, Limpa juga mengendalikan transformasi, separasi dan pergerakan dari cairan.

Limpa memisahkan cairan bersih dan kotor yang telah diolah, dimana cairan bersih dikirimkan ke organ Paru untuk didistribusikan ke kulit dan cou-li, sedangkan cairan kotor didistribusikan ke organ usus.

Jika fungsi Limpa mentransformasikan dan mentransportasikan cairan berjalan normal maka pergerakan cairan pun akan normal, namun jika fungsi Limpa ini tidak berfungsi dengan baik maka cairan akan terakumulasi membentuk lembab dan phlegma serta tentu saja terakumulasi menyebabkan oedema.

Implikasinya adalah jika terindikasi adanya patogen lembab dan phlegma serta nampaknya oedema pada tubuh pasien maka organ Limpa perlu diterapi . Demikian pula sebaliknya, organ Limpa mudah dipengaruhi oleh patogen lembab eksternal yang akan mempengaruhi fungsi transformasi dan transportasi cairan.

Mengendalikan qi (energi) Naik

Organ Limpa mengarahkan Gu-Qi (energi makanan) ke atas menuju ke organ Paru yang kemudian bersatu dengan jing-qi menghasilkan zong-qi dan kemudian menuju Jantung untuk membentuk Xue. Dalam beberapa buku pengobatan Cina tradisional disebutkan bahwa fungsi ‘naik’ dari Qi-Limpa selalu berhubungan dengan sesuatu yang ‘bersih’. LiDong Yuan dalam Zang FuZheng Zhi (1981) disebutkan,
“Food enters the stomach and the spleen directs the clear essence of food up to the lungs”
Fungsi naik dari Qi-Limpa selalu berkoordinasi dengan fungsi turun dari Qi-Lambung. Koordinasi keduanya sangat penting dalam memproduksi qi (energi) dan Xue (darah) di Zhong Jiao (rongga tengah). Ye Tian Shi (1667-1746) mengatakan,
“Spleen qi (energi) goes up, stomach qi (energi) goes down”
Koordinasi keduanya pun sangat penting dalam pergerakan qi (energi) dalam tubuh pada saat proses pencernaan makanan. qi (energi) naik berhubungan dengan organ Paru dan jatung, sedangkan qi (energi) turun berhubungan dengan usus, Hati dan Ginjal. Jika fungsi qi (energi) naik dan turun mengalami masalah maka yang-bersih tidak dapat naik, Qi-bersih hasil ekstraksi tidak dapat disimpan serta qi keruh tidak dapat disekresikan.

Hal ini pun akan berdampak pada transformasi dan transportasi cairan, ketika Qi-Limpa gagal naik maka akan menyebabkan terbentuknya lembab, phlegma atau oedema.

Bermuara di Mulut & Termanifestasi di Bibir

Mulut mempunyai hubungan fungsional dengan organ Limpa. Jika Limpa baik maka indera perasa yang berada di mulut dan proses menguyah pun akan berlangsung baik. Sebaliknya jika Limpa dalam kondisi kurang baik maka indera perasa dan proses menguyah akan berfungsi kurang baik pula. Dalam buku Ling Shu Jing (Spiritual Axis, bab 17) disebutkan,
“Spleen Qi (energi) connects with the mouth, if the spleen is healty, the mouth can taste the five grains”
Bibir merefleksikan Limpa, terutama Xue (darah) organ Limpa. Ketika Qi-Limpa dan Xue-Limpa dalam kondisi sehat, bibir akan nampak kemerahan dan lembab. Jika Xue-Limpa defisien maka bibir akan nampak pucat, sedangkan jika Yin-Limpa defisien maka bibir akan kering. Jika Limpa mendapatkan panas, bibir akan cenderung merah dan kering. Dalam buku Su Wen (Simple Question, bab 10) dikatakan,
“Spleen controls the muscles and manifests in the lips”.

Mengendalikan Xue

‘Mengendalikan’ bermakna 2 hal, yang pertama adalah organ-Limpa menjaga Xue (darah) agar tetap berada di pembuluhnya, yang kedua adalah organ-Limpa memiliki peran penting dalam pembentukan Xue. Dalam buku Nan Jing Jiao Shi (terbit pertama kali tahun 100 M) disebutkan,
“The spleen is in charge of holding the blood together”
Fungsi Limpa menjaga Xue (darah) agar tetap berada pada pembuluhnya berkaitan erat dengan fungsi Limpa mengendalikan Qi-naik. Jika fungsi Limpa mengendalikan Xue (darah) bermasalah maka fungsi Limpa mengendalikan Qi-naik pun akan bermasalah.

Jika Qi-Limpa sehat maka, Xue (darah) pun akan bersirkulasi secara normal dan tetap pada pembuluh darah. Dan jika Qi-Limpa defisien maka Xue (darah) akan keluar dari pembuluh darah serta kemudian menyebabkan pendarahan. Kegagalan fungsi Qi-Limpa naik dan kegagalan menjaga Xue (darah) tetap pada pembuluhnya akan menyebabkan pendarahan pada uterus, Kandung Kemih dan usus.

Selain itu organ Limpa juga berperan penting dalam pembentukan Xue, oleh karena itu untuk mentonik Xue (darah) maka penting pula untuk mentonifikasi Limpa.
Catatan :
Menurut pengobatan Cina, darah haid (tian gui) dibedakan dengan Xue. Tian gui berasal dari organ-Ginjal sedangkan Xue (darah) berasal dari Limpa dan Ginjal.

Mengendalikan Otot dan Ke-4 Alat Gerak

Organ Limpa mengekstraksi Gu-Qi (energi makanan) dari makanan dan kemudian menutrisi jaringan otot di seluruh tubuh. Jika Limpa kuat, Qi (energi) hasil ekstraksi langsung menuju otot terutama otot pada 4 alat gerak. Jika Qi-Limpa lemah, Qi (energi) hasil ekstraksi tidak dapat didistribusikan menuju otot, pasien akan merasa lelah dan otot pada alat gerak terasa lemah.

Maka itu kondisi organ-Limpa merupakan salah satu faktor penting untuk menetapkan tingkat energi fisik yang dimiliki oleh seseorang. Kelelahan merupakan keluhan umum dalam klinis, dan pada kasus tersebut seringkali organ Limpa ditonifikasi untuk mengatasinya dalam Su Wen (Simple Question, terbit pertama kali 100 SM) bab ke-44 disebutkan,
“The spleen governs the muscle ...”
Pada kasus sindrom Qi-Limpa defisien (Qi-Xu Limpa) akan dijumpai manifestasi kelelahan kronis. ST-36, SP-06, BL-20 dan BL-22 merupakan beberapa titik yang bermanfaat untuk mengatasi konsisi tersebut.

Mengendalikan Air Liur (Xian),

Sebagaimana organ Limpa mengendalikan mulut, maka secara alami organ Limpa mengendalikan sekresi air liur atau xian. Air liur berfungsi untuk melembabkan mulut dan membantu proses pencernaan di mulut.

Namun demikian air liur Limpa dibedakan dengan air liur Ginjal atau tuo. Air liur Limpa digambarkan ‘bersih dan tipis’, sedangkan air liur Ginjal digambarkan ‘Kotor dan Tebal’

Mengendalikan Qi (energi) Naik, Limpa menghasilkan pengaruh “naik” pada organ karena gerak Qi-Limpa yang menaik. Kekuatan ini menjaga organ-organ internal tetap pada tempatnya. Jika Qi-Limpa lemah maka akan terjadi prolapsus pada organ-organ internal seperti uterus, Lambung, Ginjal, Kandung Kemih, anus dan lainnya. Namun demikian, fungsi Qi-naik ini harus diimbangi dengan gerak Qi-turun. Jika Qi-keruh tidak turun maka akan menghalangi Qi-bersih untuk naik.

Dipengaruhi oleh Emosi Berfikir,

Berfikir (pensiveness) yang dimaksud disini adalah secara konstan berfikir tentang kejadian atau orang tertentu, termasuk ‘kenangan’ masa lalu. Pada kasus yang ekstrim hal tersebut akan dapat menimbulkan perilaku obsesif. Dari sisi lain kegiatan mental yang cukup eksesif pada proses belajar ataupun bekerja juga masuk ke dalam kategori ini.Emosi berfikir ini akan mempengaruhi organ Limpa. Stagnasi Qi (energi) pada Zhong Jiao (rongga tengah) akan menyebabkan proses pencernaan menjadi kurang baik dan pasien akan merasakan distensi pada daerah epigastrium.

Berwarna Kuning

Rona wajah berwarna kuning seringkali dijumpai pada orang yang mengalami disharmoni organ Limpa. Hal tersebut terlihat pada sekitar daerah pipi dan kepala depan. Warna rona wajah kuning-pucat menunjukan defisiensi organ Limpa atau pada kasus kronis menunjukkan adanya patogen lembab, sedangkan warna kuning-terang mengindikasikan patogen lembab-panas menginvasi Limpa.

Fungsi Organ Limpa - Bersuara 'Menyanyi'

Suara/nada 'menyanyi' merupakan karakter dari orang dengan memiliki sindrom defisiensi Limpa. Suara 'menyanyi' dapat juga diobservasi dari kebiasaan orang-orang yang suka ber'senandung' ketika mereka melakukan aktivitas sehari-hari.

Fungsi Organ Limpa – Rasa Manis

Rasa manis berhubungan dengan organ Limpa. Rasa manis di mulut dapat mengindikasikan lembab-panas dan sebaliknya, makanan dengan rasa manis dalam jumlah yang berlebihan akan melemahkan organ Limpa. Namun demikian makanan dengan rasa manis dalam jumlah yang cukup akan menutrisi organ Limpa.

Fungsi Organ Limpa - Berbau 'Harum',

Bau tubuh yang berkaitan dengan organ Limpa adalah bau 'harum' dan juga terkadang disebut berbau 'manis' yang biasanya muncul pada kasus sindrom panas organ Limpa.Bau 'harum' Limpa hampir mirip seperti bau parfum namun lebih agak samar. Bau seperti itu mengindikasikan Limpa dalam keadaan defisien atau lembab mengobstruksi Limpa.

Fungsi Organ Limpa – Patogen Lembab

Organ Limpa berhubungan dengan patogen lembab eksternal. Lembab disini tidak hanya mencakup iklim yang lembab namun juga kondisi lingkungan yang lembab (semisal tinggal di tempat yang lembab), atau juga aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan kelembaban (semisal tidak mengganti baju setelah berolahraga atau kehujanan).Patogen lembab eksternal masuk ke meridian melalui ekstrimitas bawah terutama pada meridian Limpa dan ‘menetap’ pada Jiao bawah dimana hal ini dapat menyebabkan beberapa permasalahan, diantaranya permasalahan urinari.

Phlegma

Gangguan pada cairan tubuh manusia mengakibatkan terbentuknya suatu bahan patologik yang dinamakan phlegma. Berdasarkan marfologis, bagian yang pekat dinamakan phlegma dan yang cair dinamakan rheuma, namun secara umum penyebutan keduanya seringkali digeneralisasi sebagai phlegma saja.

Phlegma dapat dibedakan menjadi visible dan non-visible. Phlegma yang visible disamping kasat mata, juga keberadaannya dapat diraba dan didengarkan, seperti sputum, scrofula (pembengkakan akibat TBC) dan nodula di kulit. Sedangkan phlegma yang tidak kasat mata, selain maya keberadaannya tidak dapat diperdengarkan, namun memiliki manifestasi phlegma. Dapat juga dikatakan phlegma visible dan non-visible adalah sama, perbedaannya hanya saat berakumulasi disebut visible, namun jika terpencar disebut non-visible.

Oleh karena itu, baik phlegma, rheuma, air maupun kelembaban memiliki wujud yang berbeda. Apabila menyebar dan tidak berbentuk dinamakan kelembaban, jika terakumulasi namun tak berbentuk dinamakan rheuma, yang tipis dan jernih dinamakan air, sedangkan yang menggumpal dinamakan phlegma. Dengan demikian keempatnya berasal dari bahan yang sama yaitu cairan tubuh, tetapi juga dapat saling bertransformasi.

Terbentuknya Phlegma

Limpa memerintah transportasi dan transformasi air serta kelembaban, Paru meregulasi saluran air, Ginjal mengatur air, hati memicu metabolisme cairan tubuh dan Sanjiao berfungsi sebagai saluran air, sehingga gangguan pada organ-organ tersebut akan menyebabkan terjadinya retensi (tertahannya) cairan tubuh, dan akumulasi kelembaban akan berubah menjadi phlegma dan rheuma. Terbentuknya phlegma akan kembali mempengaruhi fungsi organ-organ tersebut di dalam tubuh.

Misalnya, akumulasi phlegma dan kelembaban di Paru akan menyebabkan batuk dan asma, yang sesungguhnya disebabkan oleh defisiensi Limpa. Itulah sebabnya di dalam TCM (Traditional Chinese Medicine) dikatakan bahwa 'Limpa merupakan sumber phlegma, dan Paru adalah wadah phlegma.

Sebab lain adalah di dalam organ visera (zang-fu) terdapat unsur/patogen dingin sehingga aktifitas Qi (energi) akan melambat dan proses transformasi cairan tubuh akan mengalami hambatan, sehingga produksi phlegma akan meningkat. Contoh : apabila Paru dipenuhi dingin, akan mengakibatkan retensi rheuma di Paru dan menimbulkan sputum encer dan berbuih yang di dalam TCM dikenal sebagai 'retensi rheuma dingin di Paru'.

Sebaliknya, jika organ dalam dipenuhi unsur/patogen panas, maka akan menghanguskan cairan tubuh sehingga berbentuk phlegma. Di dalam organ Paru, phlegma akan menyumbat Paru sehingga sputum tampak berwarna kekuningan, lengket dan purulen. Di dalam TCM disebut sebagai 'akumulasi phlegma panas di Paru'.

Secara klinis, phlegma dapat mengakibatkan penyakit-penyakit pada organ zang fu, organ sensoris, muara, keempat alat gerak maupun kerangka tubuh dan menimbulkan gejala-gejala berupa penekanan dada, batuk, asma, batuk berdahak, nausea (kembung/mual), vomitus, palpitasi, dizziness, anestesia alat gerak, pembengkakan sendi, edema, diare dan lainnya. Karena itulah para ahli pengobatan tiongkok mengenal kalimat 'penyakit aneh kebanyakan disebabkan oleh phlegma dan banyak penyakit khusus dikarenakan phlegma'.

Download Titik Akupunktur Meridian Pi Limpa
File Type : PDF | Size : 1.3mb

Telah hadir Apk Acupoint Azdah Petunjuk Praktis Akupunktur dengan kelebihan :

  • 361 Titik Akupunktur
  • List daftar titik yang informatif
  • Mudah digunakan
  • Apk Offline
  • Fitur Pencari

Unduh Sekarang!!!

Related Posts

Subscribe Our Newsletter
iklan

Ikuti rekomendasi alat-alat terapi dan produk herbal dengan

Klik Tombol INI