Paralyse Kelumpuhan dalam Teori Akupunktur


Kelumpuhan dalam Akupunkture dianggap sebagai prilaku Lambung, karena itu disebut Wei Sindrom. Jadi sebab musababnya juga dicari apa saja yang berhubungan dengan lambung, karena meredian lambung mengalir ke seluruh tubuh dari kepala sampai kaki. Disamping inti meredian Lambung juga ada yang bersifat Yang (kepala dan kaki) dan yang bersifat Yin (dada dan perut).

Penyebab Paralyse Kelumpuhan dalam Teori Akupunktur :

Api dalam Paru-paru berkobar karena adanya faktor panas dan kering dari luar. Organ Fei (Paru-paru ) adalah anak dari Wei (Lambung), maka karena anaknya bergejolak maka membuat ibunya ikut bergolak (hubungan menghina) yang akhirnya akan membuat Lambung jadi lemah. Karena meredian bisa dikatakan mendominasi kaki maka kelemahan lambung akan membuat otot-otot kaki jadi atrofi, lemah dan akhirnya menjadi lumpuh.

Gejala : 
  • Kelemahan otot anggota gerak atas terutama yang motorik. 
  • Demam, batuk dan haus 
  • Kencing jarang dan berwarna coklat 
  • Lidah merah dengan selaput lidah kuning 
  • Gambaran Nadi : Nadi halus dan cepat 
Karena lembab panas dari luar (PPL) yang terjadi pada permulaan musim panas lanjut. Panas dan lembab ini akan merusak otot-otot sehingga menjadi lemah dan terjadilah atrofi otot yang menyebabkan kelumpuhan.

Gejala : 
  • Tungkai lemah dan bengkak, bila diraba terasa panas dan berat untuk berjalan. 
  • Rasa penuh sesak di ruang dada dan daerah epigastrium 
  • BAK terasa nyeri 
  • Urine berwarna coklat dan panas 
  • Selaput lidah kuning dengan aspek lengket 
  • Gambaran Nadi : Nadi lembut dan cepat 

Karena fungsi lambung sendiri yang salah, misalnya mengkonsumsi makanan yang berlebihan apalagi yang mengandung lemak yang sukar dicernakan, sehingga mengakibatkan stagnasi Qi Xue.

Defisiensi di dalam Liver sehingga terjadi kontra co cycle (Lambung menghina Liver). Karena organ kayu menguasai tendon, padahal tendon merupakan origio dan insersio otot, maka otot-otot menjadi lemah dan mengalami kelumpuhan.

Gejala :
  • Kelemahan otot dan tendon terutama gangguan gerak 
  • Daerah pinggang terasa nyeri dan lemah 
  • Emisi seminalis (pada laki-laki) 
  • Pusing dan pandangan kabur 
  • Leukorhoe (pada wanita) 
  • Otot lidah kemerah-merahan 
  • Gambaran Nadi : Nadi halus tapi cepat 
Terauma fisik dari luar (PPL) yang kebetulan mengenai meredian Lambung dan Limpa (ke duanya dikaki), mengakibatkan terhambatnya Qi dan Xue sehingga timbul hematome.

Gejala : 
  • Adanya riwayat terkena benturan (trauma fisik) 
  • Anggota gerak lemah 
  • Lidah merah muda atau unggu gelap dengan selaput putih tipis. 

Titik utama untuk tungkai atas ;
  • LI. 15 (Cienyu), 
  • LI. 11 (Chiche), 
  • LI. 4 (Hegu) 
  • TE. 5 (Waikuan)

Titik utama untuk tungkai bawah ; 
  • St. 31 (Pikuan), 
  • St. 34 (Liangciu), 
  • St. 36 (Zusanli) , 
  • Gb. 30 (Huantio), 
  • Sp. 10 (Xuehai), 
  • Gb. 34 (Yangliquan) 
  • GB. 39 (Siencung)

Titik pendukung :
  • Untuk panas dalam Paru-paru Lu. 5 (Ceche), Bl. 13 (Feishu). 
  • Untuk panas lembab Bl. 20 (Pisu) dan Sp. 9 (Yinliquan) 
  • Untuk Xi Ginjal dan Liver Bl. 23 dan Bl. 18 Untuk trauma titik Huato siachi di daerah spinalis 
  • Untuk Retansio Urinari CV. 3 (Cungci) dan Sp. 6 (Sanyinciao) 
  • Untuk BAB susah Bl. 25 (Tachangsu) dan Bl. 32 (Ciliao) 

Terapi Juice :
  • Pagi : Sari wortel 1 gelas, sari bayam ½ gelas 
  • Siang : Sari wortel 1 gelas, sari seledri ½ gelas, sari poterslei ¼ gelas 
  • Sore : Sari wortel 1 gelas, sari bit 1/3 gelas, sari ketimun ½ gelas 
  • Malam : Sari seledri 1/3 gelas

Related Posts

Subscribe Our Newsletter